Search the web
Sign In
New User? Sign Up
mtb-rockers · MTB ROCKERS
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Show off your group to the world. Share a photo of your group with us.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Renungkanlah   Message List  
Reply | Forward Message #233 of 14850 |
Hello mtb-rockers,
"Renungkanlah"

Sebagai permintaan maaf kepada seorang sahabat yang lama tidak
pernah saya sapa, seorang sahabat yang lama sekali tidak saya dengar
suara dan kabarnya, sahabat yang dimasa lalu mungkin pernah saya
sakiti, maka saya kirimkan tulisan ini Tidak apa-apa, kan masih ada
hari esok

Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam
keluarga yang bahagia, dengan orang tua dan sanak keluarganya.
Tetapi, dia selalu mengangap itu sesuatu yang wajar saja
Dia terus bermain, menggangu adik dan kakaknya, membuat masalah bagi
orang lain adalah kesukaannya.
Ketika ia menyadari kesalahannya dan mau minta maaf, dia selalu berkata,
"Tidak apa-apa, besok kanbisa."

Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan baginya. Dia
belajar, mendapat teman, dan sangat bahagia. Tetapi, dia anggap itu
wajar-wajar saja.
Semua begitu saja dijalaninya sehingga dia anggap semua sudah
sewajarnya.
Suatu hari, dia berkelahi dengan teman baiknya.
Walaupun dia tahu itu salah, tapi tidak pernah mengambil inisiatif untuk
minta maaf dan berbaikan dengan teman baiknya. Alasannya, "Tidak
apa-apa, besok kanbisa."

Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temannya
lagi. Walaupun dia masih sering melihat temannya itu, tapi mereka tidak
pernah saling tegur. Tapi itu bukanlah masalah, karena dia masih punya
banyak teman baik yang lain.
Dia dan teman-temannya melakukan segala sesuatu bersama-sama, main,
kerjakan PR, dan jalan-jalan. Ya, mereka semua teman-temannya yang
paling baik.

Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia
ketemu seorang cewek yang sangat cantik dan baik. Cewek ini
kemudian menjadi pacarnya.
Dia begitu sibuk dengan kerjanya, karena dia ingin dipromosikan ke
posisi paling tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin.

Tentu, dia rindu untuk bertemu teman-temannya. Tapi dia tidak
pernah lagi menghubungi mereka, bahkan lewat telepon. Dia selalu
berkata, "Ah, aku capek, besok saja aku hubungin mereka."
Ini tidak terlalu mengganggu dia karena dia punya teman-teman sekerja
selalu mau diajak keluar. Jadi, waktu pun berlalu, dia lupa sama
sekali untuk menelepon teman-temannya.

Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras agar
dalam membahagiakan keluarganya.
Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk istrinya, atau pun mengingat
hari ulang tahun istrinya dan juga hari pernikahan mereka. Itu
tidak masalah baginya, karena istrinya selalu mengerti dia, dan tidak
pernah menyalahkannya.

Tentu, kadang-kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya
kesempatan untuk mengatakan pada istrinya "Aku cinta kamu", tapi dia
tidak pernah melakukannya.
Alasannya, "Tidak apa-apa, saya pasti besok akan mengatakannya."
Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun anak-anaknya,
tapi dia tidak tahu ini akan perpengaruh pada anak-anaknya. Anak-anak
mulai menjauhinya, dan tidak pernah benar-benar menghabiskan waktu
mereka dengan ayahnya.

Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas dalam
kecelakaan, istrinya ditabrak lari. Ketika kejadian itu terjadi, dia
sedang ada rapat.
Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang fatal, dia baru datang
saat istrinya akan dijemput maut. Sebelum sempat berkata "Aku cinta
kamu", istrinya telah meninggal dunia.

Laki-laki itu remuk hatinya dan mencoba
menghibur diri melalui anak-anaknya setelah kematian istrinya. Tapi, dia
baru sadar bahwa anak anaknya tidak pernah mau berkomunikasi
dengannya.

Segera, anak-anaknya dewasa dan membangun
keluarganya masing-masing. Tidak ada yang peduli dengan orang tua
ini, yang di masa lalunya tidak pernah meluangkan waktunya untuk mereka.

Saat mulai renta, Dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang
menyediakan pelayanan sangat baik.
Dia menggunakan uang yang semula disimpannya untuk perayaan ulang
tahun pernikahan ke 50, 60, dan 70.
Semula uang itu akan dipakainya untuk pergi ke Hawaii, New
Zealand, dan negara-negara lain bersama istrinya, tapi kini
dipakainya untuk membayar biaya tinggal di rumah jompo tersebut.

Sejak itu sampai dia meninggal, hanya ada
orang-orang tua dan suster yang merawatnya. Dia kini merasa sangat
kesepian, perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.

Saat dia mau meninggal, dia memanggil seorang suster dan berkata
kepadanya, "Ah, andai saja aku menyadari ini dari dulu...." Kemudian
perlahan ia menghembuskan napas terakhir, Dia meninggal dunia dengan
airmata di pipinya.

Apa yang saya ingin coba katakan pada anda, waktu itu nggak
pernah berhenti. Anda terus maju dan maju, sebelum benar-benar
menyadari, anda ternyata telah maju terlalu jauh.

Jika kamu pernah bertengkar, segera berbaikanlah!

Jika kamu merasa ingin mendengar suara teman kamu, jangan
ragu-ragu untuk meneleponnya segera.

Terakhir, tapi ini yang paling penting, jika kamu merasa kamu
ingin bilang sama seseorang bahwa kamu sayang dia, jangan tunggu sampai
terlambat.

Jika kamu terus pikir bahwa kamu lain hari baru akan memberitahu
dia, hari ini tidak pernah akan datang.

Jika kamu selalu pikir bahwa besok akan datang, maka "besok"
akan pergi begitu cepatnya hingga kamu baru sadar bahwa waktu telah
meninggalkanmu.


Jangan tunda kirim email ini ke
sahabat-sahabat anda.....
Atau.... masih ada hari esok.......








Tue Jan 4, 2005 3:39 pm

suyatno@...
Send Email Send Email

Forward
Message #233 of 14850 |
Expand Messages Author Sort by Date

Hello mtb-rockers, "Renungkanlah" Sebagai permintaan maaf kepada seorang sahabat yang lama tidak pernah saya sapa, seorang sahabat yang lama sekali tidak saya...
suyatno
suyatno@...
Send Email
Jan 5, 2005
4:46 pm
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help