Maaf, saya juga ingin urun rembuk.
Saya pernah menyaksikan peragaan tenaga dalam untuk perlindungan
dimana seseorang dapat mementalkan orang lain yg mencoba menyerangnya.
Berhubung pelatih dari perguruan tersebut kebetulan adalah teman
saya, maka saya diijinkan untuk mencoba kemampuan dari murid
perguruan tsb. (Kalau tidak mungkin saya sudah dianggap nantang dan
dikeroyok rame2 he he he).
Yang terjadi memang agak diluar dugaan, kalau sebelumnya dia sukses
membuat penyerangnya terpental, ketika saya pukul ternyata pukulan
saya dapat mengenai badannya.Tapi saya sendiri juga kaget karena saya
merasa seperti memukul bola karet (alias membal tidak sampai ke
dalam). Menurut pelatihnya itu dikarenakan level tenaga yg
dikeluarkan berimbang (Saya sendiri bingung sudah lebih dari 10 tahun
tidak berlatih silat kok masih dikatakan berimbang).
Tapi yg saya perhatikan ilmu yg diajarkan sangat defensif, dimana
tidak ada gerakan untuk menyerang malah sebagian besar dilakukan
dalam posisi diam.Paling banter ya gerakan menangkis saja.
Jadi untuk ilmu ini saya kira tidak efektif utk pertarungan mixed
martial art karena tidak ada gerakan agresif,pancingan,serangan,
dsbnya. Tidak tahu kalau ada jenis tenaga dalam yang lain lagi yg
mungkin efektif.
Terima Kasih
--- In tpi_fc@yahoogroups.com, azham.azizan@s... wrote:
> salam bela diri,
> maaf saudar2 sekalian kerana ingin mencelah, yang saya amati disini
> (malaysia) memang ada yang benar2 kebal sekalipun ditetak dengan
parang atau
> pisau mahupun berjalan diatas bara api. antara silatnya ialah
gayung fatani,
> gayung ghaib dan silat gerak kilat.
>
>
> -----Original Message-----
> From: bharatasatria@h... [mailto:bharatasatria@h...]
> Sent: 10 February 2003 09:14
> To: tpi_fc@yahoogroups.com
> Subject: [tpi_fc] Re: Tenaga dalam vs. Submission
>
>
> IMHO,
> memang ada pola latihan penempaan yang bisa membuat tubuh (termasuk
> leher dan kepala) seolah-olah menjadi kebal. Namun tidak berarti
> pemiliknya menjadi betul-betul kebal seperti yang sering kita
dengar
> di dongeng atau film-film.
>
> Secara fisiologis, pola penempaan semacam ini melatih otot dan
> jaringan tissue sehingga membuatnya mampu bertahan terhadap tekanan
> dari luar, lebih kuat dari jaringan yang tidak dilatih(Memang sih,
> definisi tenaga dalam sendiri juga masih belum seragam, bagi
sebagian
> aliran ini sudah digolongkan tenaga dalam, bagi aliran lain ini
masih
> penempaan fisik)
>
> Pada kenyataannya, untuk menggunakan kekerasan tubuh tetap
diperlukan
> dukungan tenaga yang cukup, jadi kalau orangnya sudah kelelahan
atau
> kehilangan konsentrasi fisiknya akan mengendur dan tetap bisa
terkena
> teknik-teknik seperti orang lain.
>
> Peace...
> Bharata
>
> --- In tpi_fc@yahoogroups.com, "Bramono Lunardi <blunardi@y...>"
> <blunardi@y...> wrote:
> > Dear Rekan2 bela diri,
> >
> > Saya punya perasaan saja, banyak diantara rekan2 bela diri yang
> > belajar ilmu tenaga dalam, yang di mana pada tingkatan tinggi
bisa
> > menghasilkan kekebalan tubuh dari serangan2.
> >
> > Kebetulan saja saya ingat pada satu demonstrasi pencak silat di
> > sekolah saya dahulu, di mana sumpit bisa dipatahkan dengan diadu
> pada
> > tenggorokan. Seklias saja, dan saya hanya bisa menduga-duga
karena
> > tidak pernah belajar ilmu tenaga dalam, konsep dari demonstrasi
> > tersebut adalah mengeraskan otot di sekitar tenggorokan.
> >
> > Lalu, kembali saya berpikir, bisa nggak sih, orang dengan tenaga
> > dalam setingkat ini di-choke? Habis, sumpit ditusukkan ke
> tenggorokan
> > saja bisa patah. Masa iya, choke bisa tembus?
> >
> > Ya, saya rasa sekian saja dahulu.
> >
> > Salam,
> >
> > Bram
>
>
> To unsubscribe from this group, send an email to:
> tpi_fc-unsubscribe@yahoogroups.com
>
>
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to
http://docs.yahoo.com/info/terms/