--- In MMA_Indonesia@yahoogroups.com, Bramono <blunardi@y...> wrote:
> Ya, gitu deh. Jadi, balik doooooooooonk, ke masalah martial arts vs.
mass fight, atau ini mau dijadiin diskusi publici liability kalo mukul
orang?
>
Intermezzo, sekalian sharing kehati2an kalau memakai beladiri yang
combat grade.
Soal untuk mass fight, dulu saya udah pernah cerita konsep yang
digunakan pada jujutsu yang saya pelajari. Jadi pada saat serangan
datang, kita melakukan tai-sabaki, alias
menghindar+memblok+mengalihkan tenaga lawan+entering ke ruang gerak
lawan, lalu lawan kita gebuk dengan teknik suka2 kita.
Kalau pada mass fight, ya kita memposisikan diri sehingga musuh bisa
dikatakan terkumpul di depan kita semua, begitu yang terdepan
menyerang, kita tai-sabaki dan tangkap dengan teknik stand-up
grappling sehingga menempatkan dia menjadi "tembok hidup" untuk
melindungi kita dari serangan teman2nya. Refleknya sama dengan gaya
Mas Bram, sayangnya newaza sih jadinya malah "membunuh" gerakan
sendiri.
Buat yang terpiasa dengan ilmu adu pukul dsb teknik tangkapan
grappling berdiri mungkin agak sulit dinalar, cuma di jujutsu saya
sekarang malah belajarnya gini mulu, pukulan/tendangan gak pernah.
High risk? Yah, posisinya ada udah high risk, adu pukul dan tendang
pada stand-up fight juga sudah dibuktikan lebih high risk lagi seperti
pengalaman mas MMA saat ujian kenaikan tingkat TKD.
Dasa - ICQ:10195313
Dudidudidam